Tuesday, August 30, 2016

Mendidik Anak Bertanggungjawab





 6berkatalah Ribka kepada Yakub, anaknya : "Telah kudengar ayahmu berkata kepada Esau, kakakmu: 7Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak, supaya kumakan, dan supaya aku memberkati engkau di hadapan TUHAN, sebelum aku mati.  8Maka sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu.  9Pergilah ke tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, seperti yang digemarinya.  10Bawalah itu kepada ayahmu, supaya dimakannya, agar dia memberkati engkau, sebelum ia mati."  11Lalu kata Yakub kepada Ribka, ibunya: "Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang berbulu badannya,  sedang aku ini kulitku licin.  12Mungkin ayahku akan meraba aku; maka nanti ia akan menyangka bahwa aku mau memperolok-olokkan dia; dengan demikian aku akan mendatangkan kutuk  atas diriku dan bukan berkat."  13Tetapi ibunya berkata kepadanya: "Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu."
Kejadian 27:6-13

Ribka melakukan kesalahan fatal ketika dia mengatakan kepada Yakub bahwa dia yang akan menanggung kutuk tersebut dan bukan Yakub sendiri.  Ini yang disebut oleh John Dewey sebagai “miseducative experience” yaitu dimana pengalaman justru membawa kepada orang tidak belajar secara positif.  Apa yang dilakukan Ribka ini memformasi dalam diri Yakub suatu pembelajaran negatif dimana Yakub belajar menjadi orang yang tidak bertanggungjawab.  Kemungkinan sekali ini bukan pertama kalinya Ribka menginisiasi miseducative experience dalam interaksinya dengan Yakub.  Mungkin sekali miseducative experience seperti ini sudah terjadi berulang kali.  Tiap kali ada sesuatu yang beresiko, Ribka akan selalu menjadi penanggungjawab, dan tidak membiarkan Yakub terluka atau mengalami kesulitan apapun.  Alasan yang membuat Ribka melakukan hal tersebut adalah alasan klasik, yaitu Ribka sangat mengasihi Yakub.  Alasan Ribka ini sangat bisa dipahami dan sangatlah manusiawi.  Tetapi tindakan Ribka justru akan menjerumuskan Yakub kepada kesulitan yang lebih hebat di masa yang akan datang, khususnya ketika Yakub telah mandiri.

Tanggungjawab adalah salah satu karakter penting yang sangat perlu dimiliki oleh setiap orang.  Tanpa ada karakter tanggungjawab di dalam diri seseorang maka orang ini akan berpotensi besar sekali membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.  Orang yang tidak bertanggungjawab akan memilih untuk lari setelah dia melakukan kesalahan.  Karena dia tidak ada keberanian untuk menanggung resiko atas perbuatannya.  Maka apapun yang dilakukannya merupakan tindakan yang tidak dipikirkan resikonya sebelumnya.  Jika hasil dari perbuatannya membawa kepada hal yang buruk, maka dia akan lari darinya.  Ada macam-macam cara lari dari tanggungjawab.  Lari secara literal adalah salah satu cara.  Cara kedua adalah melempar tanggungjawab kepada orang lain dengan cara mencari kambing hitam.  Ornag yang tidak bertanggungjawab akan melemparkan kesalahan kepada orang lain seakan semua perbuatan dia adalah disebabkan oleh orang lain yang memaksa dia melakukannya sehingga dia tidak ada pilihan selain melakukan hal yang negatif.  Banyak sekali cerita mengenai para kriminal yang mempersalahkan orang tuanya atau pasangannya atau temannya atau keadaan hidup yang memaksa dia melakukan tindak kriminal.  Mengkambinghitamkan orang lain adalah cara yang sangat efektif dan termasuk yang paling merusak.  Misal ada orang yang merampok, lalu tertangkap.  Ketika di pengadilan, pembelaan dia adalah dia terpaksa merampok karena negara tidak memperhatikan dia yang miskin.  Kesalahan tindakan perampokan diletakkannya di atas negara yang dianggap tidak memberikan subsidi kepada orang sepertinya yang miskin.  Maka merampok menjadi tindakan yang terijinkan karena situasi, dalam pikiran dia.  Ini tipikal manusia berdosa, tipikal manusia yang tidak bertanggungjawab.  Karakter ini adalah satu karakter yang sangat penting dalam kehidupan.  Tetapi karakter ini adalah karakter yang ditunjukkan di Alkitab sebagai karakter yang hilang pertama kali setelah kejatuhan ke dalam dosa.  Adam mempersalahkan Hawa dan Tuhan.  Hawa mempersalahkan ular.  Adam dan Hawa tidak bertanggungjawab atas pelanggaran yang mereka lakukan.

Dalam teks di atas ditemukan pendidikan yang tidak baik dilakukan oleh Ribka.  Karena dia terlalu sayang kepada Yakub maka dia tidak mau Yakub menanggung penderitaan dan kesulitan.  Maka Ribka pasang badan dimana jika ada kesulitan maka Ribka mau menjadi penanggungjawabnya.  Maka di dalam kehidupan Yakub kita melihat Yakub menjadi orang yang memang kurang bertanggungjawab.  Terlihat pula bagaimana Ishak dan Yakub juga melindungi Yakub ketika Esau marah besar atas kelakuan Yakub yang menipu ayahnya dan mencuri berkat dari ayahnya.  Maka Yakub lari ke Haran dan tidak menghadapi Esau sebagaimana seharusnya.  Sampai Yakub kembali ke Kanaan pun dia tetap tidak mau menghadapi Esau.  Disini kita bisa melihat bahwa model yang tidak bertanggungjawab membawa kepada pembelajar menjadi tidak bertanggungjawab pula.

Dan apa yang sebaliknya juga merupakan kemungkinan, yaitu model yang bertanggungjawab akan berpotensi membawa kepada pembelajar yang bertanggungjawab.  Semakin banyak model yang menunjukkan bahwa dia bertanggungjawab, maka semakin besar potensi untuk pembelajar menjadi orang yang bertanggungjawab.  Model orang-orang yang bertanggungjawab merupakan modal dasar untuk pembelajar memiliki landasan untuk diri sendiri memilih bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya, walaupun ada kesulitan yang harus dihadapi.  Modal ini jika dibarengi dengan instruksi yang bijaksana hasilnya akan jauh lebih baik.  Dengan model yang baik dan instruksi yang tepat pembelajar dapat menginternalisasi karakter tanggungjawab di dalam dirinya.  Contoh model yang baik adalah Daud.  Walaupun tindakannya berzinah dengan Betsyeba dan pembunuhan terhadap Uriah adalah contoh yang sangat buruk, tetapi Daud tidak lari dari tanggungjawab.  Ketika Nabi Natan mengkonfrontasi Daud atas perintah Tuhan, Daud tidak mempersalahkan orang lain ataupun keadaan.  Daud langsung mengakui kesalahan dia dan bertobat saat itu juga.

Sebagai orang tua atau guru atau peran apapun, bagaimana kita bertanggungjawab akan menjadi model yang dilihat dan dicontoh oleh generasi penerus.  Bagaimana model yang kita berikan sinkron dengan instruksi yang kita katakan juga akan menjadi modal pemikiran generasi penerus kita.  Sendiri menghidupi apa yang kita instruksikan adalah landasan yang penting sekali dalam modal bagi anak kita atau anak didik kita untuk oleh menjadi orang yang bertanggungjawab.  Janganlah kita melangkah secara salah dan justru menimbulkan miseducative experience seperti yang Ribka lakukan kepada Yakub.

No comments: