Mempersiapkan diri menjadi principal pendidikan
perlu merekatkan diri pada resources yang berotoritas dan dapat
dipercaya. Alkitab adalah standar untuk iman dan hidup Kristen yang benar.
Maka mempersiapkan diri menjadi ayah mengharuskan ayah menjadi murid Kristus
yang giat mempelajari firman Tuhan yang hidup. Dengan sendiri menjadi
murid, maka diri tahu apa itu artinya berjalan di jalan Tuhan. Dengan
demikian ayah boleh menuntun anak berjalan dalam jalan Tuhan. Bila anak
mengalami kesulitan dalam aplikasi iman dan hidup Kristen, maka ayah ada di
sana untuk membantu, mengarahkan, mencegah, dan memberi semangat. Persiapan pada level ini jauh lebih susah dari persiapan
dalam level kebutuhan fisik. Sebab seharusnya persiapan untuk hal ini
adalah perlu dipersiapkan sejak anak laki-laki lahir di satu keluarga.
Persiapan akan menjadi jauh lebih intens dan serius ketika sungguh-sungguh ada
konfirmasi kehamilan istri. Kebiasaan yang justru mencegah ayah ikut
campur dalam persiapan kelahiran anak adalah kesalahan fatal.
Creative Teaching for Inspiring Parents & Teachers. Powered by Yang Academy (YangAcademy.blogspot.com)
Showing posts with label Fondasi Keluarga Kristen. Show all posts
Showing posts with label Fondasi Keluarga Kristen. Show all posts
Saturday, September 3, 2016
Tuesday, August 30, 2016
Relasi antara Saudara Kandung
1Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN." 2Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani. 3Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; 4Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, 5tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
Amsal 31:10-31
Kisah Kain dan Habel adalah kisah yang boleh menjadi
pelajaran bagi kita semua supaya kita tidak memperlakukan saudara kandung kita
seperti Kain memperlakukan Habel.
Kemarahan Kain terhadap Habel sebetulnya tidaklah rasional. Karena Habel tidak melakukan apa-apa yang
salah terhadap Kain. Kain bertindak ekstrim terhadap Habel karena Kain iri
terhadap adiknya. Seharusnya Kain
meredam iri hati dia, dan bahkan meredam kemarahan hatinya, dan tidak
melampiaskan kejengkelannya kepada Habel.
Apalagi Habel tidak melakukan kesalahan apa-apa terhadap Kain.
Monday, August 29, 2016
Mengarahkan Pergaulan Anak
Mengarahkan
Pergaulan Anak
1 Korintus 15:33
Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi
siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.
Amsal 13:20
34Mereka tidak memunahkan bangsa-bangsa,
seperti yang diperintahkan TUHAN kepada mereka,
35tetapi mereka bercampur baur dengan bangsa-bangsa,
dan belajar cara-cara mereka bekerja.
36Mereka beribadah kepada berhala-berhala mereka,
yang menjadi perangkap bagi mereka.
37Mereka mengorbankan anak-anak lelaki mereka, dan
anak-anak perempuan mereka kepada roh-roh jahat,
38dan menumpahkan darah orang yang tak bersalah,
darah anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka, yang
mereka korbankan kepada berhala-berhala Kanaan, sehingga negeri itu cemar oleh
hutang darah.
39Mereka menajiskan diri dengan
apa yang mereka lakukan, dan berzinah dalam perbuatan-perbuatan
mereka.
40Maka menyalalah murka TUHAN terhadap
umat-Nya, dan Ia jijik kepada milik-Nya sendiri.
Mazmur 106:34-40
Sejak orang Israel keluar dari Mesir,
Tuhan sudah berulang kali mengingatkan supaya mereka tidak bercampur dengan orang-orang
di Kanaan. Ini bukan masalah
toleransi atau tidak toleransi dalam hidup masyarakat yang majemuk.
Ini adalah masalah pengaruh buruk.
Pada masa itu penyembahan berhala ada di semua bangsa yang lain. Hanya bangsa Israel yang mengenal Allah yang
benar. Cara hidup orang zaman itu
ditentukan oleh penyembahan kepada allah mereka. Pola penyembahan, pengertian mengenai allah
mereka, konsep persembahan, dan lain sebagainya adalah dasar dari kehidupan
mereka baik secara individu maupun secara sosial. Kalau allah nya
tidak beres maka hidup mereka pun tidak beres.
Karena hanya Tuhan lah
Allah yang sejati, maka hanya orang Israel sajalah yang menjalankan kehidupan
yang beres. Allah menjaga kehidupan
umatNya sedemikian pelanggaran terhadap hukumNya selalu menemui pengadilan
Allah. Tetapi bangsa-bangsa lain tidak
demikian. Mereka beroperasi di bawah
allah yang tidak bisa bicara, yang tidak bisa melihat, yang tidak bisa
mendengar, yang tidak bisa berjalan, maka hati mereka adalah hati yang mati. Dan kepada kehidupan yang sedemikianlah Allah
melarang umatNya bercampur.
Saturday, August 27, 2016
Memelihara Minat dan Bakat Anak
26Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan
manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya
mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara
dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata
yang merayap di bumi." 27Maka Allah menciptakan
manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah
diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28Allah
memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan
bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu,
berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan
atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Kejadian
1:26-28
20Ada itu melahirkan Yabal; dialah yang menjadi bapa orang
yang diam dalam kemah dan memelihara ternak. 21Nama adiknya
ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan
suling. 22Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua
tukang tembaga dan tukang besi. Adik perempuan Tubal-Kain ialah Naama.
Kejadian 4:20-22
Yang pertama tahu tentang minat bakat
anak biasanya adalah orang tua. Adalah suatu berkat dan anugerah yang
besar untuk boleh menyaksikan penemuan minat bakat anak. Maka langkah
pertama bagi orang tua adalah untuk membuka wawasan diri mengenai kemungkinan
minat bakat anak akan boleh menjadi apa saja. Misalkan jika anak mulai
mencoret-coret kertas dengan garis-garis yang menimbulkan sensasi gambar seni,
maka ini bukan berarti anak pasti akan menjadi pelukis. Mungkin anak
nantinya bisa jadi pelukis. Tetapi masih ada begitu banyak kemungkinan
lain. Misalnya saja, anak mungkin bisa menjadi arsitek, atau desainer
interior, atau illustrator buku, atau desainer grafis, atau desainer fashion,
atau kurator karya seni, atau fotografer, atau desainer produk, atau bahkan
profesi lain yang tidak secara langsung meutilisasi keahlian menggambar ataupun
melukis. Atau ketika anak terlihat sangat aktif kesana kemari dan tidak
suka duduk membaca buku, maka ini bukan berarti anak tidak punya bakat apapun
atau anak tidak pandai.
Baby Sitter or No Babysitter
6Apa
yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7haruslah
engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan
membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam
perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8Haruslah
juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi
lambang di dahimu, 9dan haruslah engkau menuliskannya pada
tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
Ulangan
6:6-9
Perintah
Tuhan kepada Musa adalah supaya para orang tua mendidik anak-anaknya.
Tanggungjawab pendidikan anak ada di pundak orang tua, bukan pada orang lain.
Orang tua harus menyadari bahwa setiap interaksi anak dengan lingkungannya atau
dengan orang di sekitarnya selalu memiliki potensi pendidikan. Pengertian
ini diperjelas oleh John Dewey dalam diksusi soal educative dan miseducative
experience. Tetapi sebetulnya Konghucu sudah pernah mengatakan
perihal pengaruh ini yaitu ketika Konghucu mengatakan bahwa ketika dia berjalan
dengan dua orang, dua orang tersebut menjadi seperti guru bagi dia, tetapi
Konghucu mengambil yang baik dan belajar darinya, dan membuang yang buruk.
Aplikasi pengajaran Konghucu sangat berguna bagi mereka yang sudah memiliki
pikiran yang solid seperti Konghucu sendiri. Implikasi ajaran Konghucu
adalah bahwa anak-anak yang notabene belum punya pikiran yang solid, tidak akan
bisa menyortir pengaruh baik atau buruk, tetapi semakin muda anak justru akan
mengabsorbsi semuanya baik ataupun buruk. Maka karena ada dua macam educative
experience, yang pertama yang educative (yang baik) dan yang kedua
adalah miseducative (yang buruk), orang tua tidak boleh membiarkan anak
dipengaruhi hal yang buruk. Oleh karena itu orang tua perlu memperhatikan
pengalaman macam apa yang kira-kira akan anaknya alami? Termasuk apakah
anaknya akan “diasuh” oleh babysitter (suster) atau tidak.
Peran Ibu dalam Mendidik Anak
Amsal
1:8-9
Ibu
memiliki posisi yang sangat penting di dalam pendidikan anak. Ajaran ibu menjadi
dasar penting bagi perkembangan hidup seseorang. Jika ibu memberikan pendidikan yang
tidak benar maka anakpun akan tumbuh dengan tidak benar. Kedekatan ibu
dan anak adalah suatu kedekatan yang muncul secara alami dimulai sejak anak
berada dalam kandungan ibu. Dari proses kehamilan sampai kelahiran hingga
anak mulai bertumbuh sampai usia remaja, anak cenderung lebih dekat kepada ibu.
Ibu memang memiliki afeksi yang mendalam kepada anak-anaknya karena aspek
kedekatan fisik dan emosi yang ditimbulkan sejak kehamilan. Afeksi yang
dalam ini membuat ibu memiliki keunggulan dan keunikan di dalam mendidik
anak-anaknya. Ibu secara umum lebih sabar di dalam mendidik dan
memberikan pengajaran kepada anak dibanding dengan ayah. Kesabaran ini
memberi atmosfir yang nyaman dan menyenangkan bagi anak di dalam proses belajar
mereka. Kesabaran juga menyebabkan ibu rela untuk mengajar dalam waktu
lebih lama dan lebih rela untuk menyederhanakan apa yang diajarkannya.
Implikasinya adalah pengajaran ibu lebih mudah diterima oleh anak.
Walaupun ada implikasi negatifnya, seringkali kepositifannya lebih kiat dari
kenegatifannya, atau paling tidak anak tidak mempersoalkan kenegatifannya.
Peran Ayah dalam Mendidik Anak
1Dengarkanlah,
hai anak-anak, didikan seorang ayah , dan
perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, 2karena aku memberikan ilmu yang baik
kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku.3Karena
ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai
anak tunggal bagi ibuku, 4aku diajari ayahku, katanya kepadaku:
"Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada
petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.
Amsal
4:1-4
Ayah
memiliki peran yang sangat penting di dalam pendidikan anak. Di tengah
zaman modern ini dimana kebutuhan dapur dan meja makan menjadi nomor satu, ayah
seringkali absen dari pendidikan anak. Ayah bangun pagi sekali untuk berangkat
bekerja. Pagi jauh sebelum anak bangun. Dan sepanjang hari ayah bekerja.
Larut malam ayah baru pulang dari bekerja. Waktu ayah sampai di rumah
anak sudah tidur. Setiap hari kerja anak tidak pernah bertemu dengan
ayah. Tidak ada interaksi antara ayah dan anak. Waktu akhir minggu
ayah baru bisa bertemu dengan anak. Dan pada saat itu ayahpun ingin libur
dari bekerja. Kebanyakan hanya ingin bersenang-senang. Maka
interaksi ayah dan anak hanya terjadi sebatas bersenang-senang. Makan di
resto, main di mall, nonton bioskop, belanja, dan seterusnya. Tetapi
tidak terjadi interaksi serius dimana ada proses pendidikan yang
sungguh-sungguh terjadi. Tidak ada
transfer pengetahuan dan keahlian, apalagi transfer pandang semesta (world
view) dari ayah kepada anak. Tidak juga ada proses pembentukan karakter anak yang
dikerjakan oleh ayah. Sebab sepanjang ayah pergi, biasanya ibu yang
memang peran penting di dalam pendidikan anak. Tetapi jika melihat laju
kehidupan modern ini, bahkan ibu pun tidak ada di rumah. Karena baik ayah
dan ibu, dua-dua nya pergi bekerja. Anak-anak di rumah bersama dengan
inang pengasuh saja. Kalau anak sudah usia sekolah, maka anak
menghabiskan 7-8 jam di sekolah bersama orang lain yang kita sebut secara formal
sebagai guru. Padahal otoritas utama dan pertama dan alamiah diberikan
Tuhan kepada orang tua. Tetapi
struktur kehidupan modern membuat ayah absen dari kehidupan anak.
Friday, August 26, 2016
Dasar Pendidikan Anak
1Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena
haruslah demikian. 2Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini
adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 3supaya
kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. 4Dan kamu,
bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu ,
tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.
Efesus 6:1-4
Pendidikan anak di dalam keluarga
Kristen diperintahkan oleh Tuhan untuk dikerjakan oleh para orang tua.
Anak-anak perlu dididik di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Ada satu
tujuan penting di sana yang mengharuskan pendidikan anak berada pada jalur
pengajaran Tuhan. Anak-anak adalah milik Tuhan. Dan Tuhan mencipta
mereka dengan tujuan yang mulia seturut dengan rencanaNya secara khusus dalam
kehidupan mereka. Secara mendasar
setiap manusia diciptakan Allah seturut gambar dan rupa Dia. Maka setiap
manusia seharusnya hidup sesuai dengan natur dasar mereka yang merefleksikan
karakter dan keagungan Allah. Anak-anak yang dilahirkan di dalam keluarga
Kristen secara khususnya diberikan hak istimewa untuk dididik oleh orang tua
mereka sesuai dengan wahyu Tuhan dan ajaran Dia yang sudah dinyatakan di dalam
Alkitab. Tanggungjawab orang tua adalah memastikan bahwa anak-anak mereka
mendapatkan pendidikan yang menuntun mereka di jalan Tuhan.
Identitasku Sebagai Suami
25Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah
mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 26untuk
menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan
air dan firman, 27supaya dengan demikian Ia menempatkan
jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang
serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. 28Demikian
juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri:
Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. 29Sebab
tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan
merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, 30karena
kita adalah anggota tubuh-Nya. 31Sebab itu laki-laki
akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga
keduanya itu menjadi satu daging.
Efesus
5:25-31
Siapakah
suami? Apa yang harus dilakukan sebagai suami? Bagaimanakah suami
harus bersikap terhadap istri? Rahasia ini disingkapkan oleh Alkitab
supaya para suami menghidupi identitas diri yang benar. Dunia tidak
mengetahui rahasia ini. Yaitu bahwa dari awal Tuhan memang sudah
mendesain laki-laki sedemikian rupa untuk mengambil posisi sebagai suami
terhadap perempuan yang menjadi istrinya. Kata yang dipakai untuk suami dan istri
adalah menggunakan bentuk tunggal. Sehingga hanya boleh ada satu suami untuk
satu istri. Implikasi dari desain dari Tuhan ini adalah bahwa hanya boleh
ada satu suami dan satu istri yang dipersatukan Allah di dalam satu
keluarga. Maka poligami adalah penyimpangan karena dosa. Kedua
adalah bahwa hanya laki-laki boleh menjadi suami bagi istri yang adalah
perempuan. Di dalam bahasa asli Alkitab, baik Ibrani dan Yunani, kata
untuk laki-laki sama dengan kata untuk suami, demikian juga kata untuk
perempuan sama dengan kata untuk istri. Dunia
ini sudah menjadi kacau sekali sehingga orang tidak lagi memahami prinsip
ini. Ada
perempuan menikah dengan perempuan, satu menjadi suami yang satu menjadi
istri. Ada
laki-laki menikah dengan laki-laki, yang satu menjadi suami yang lain menjadi
istri. Ini adalah penyimpangan karena dosa.
Identitasku Sebagai Istri
22Hai
isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23karena
suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat.
Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24Karena itu sebagaimana
jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala
sesuatu.
Efesus 5:22-24
Siapakah istri? Apa yang
harus dilakukan sebagai istri? Bagaimanakah istri harus bersikap terhadap
suami? Rahasia ini disingkapkan oleh Alkitab supaya para istri menghidupi
identitas diri yang benar. Dunia tidak mengetahui rahasia ini.
Yaitu bahwa dari awal Tuhan memang sudah mendesain perempuan sedemikian rupa
untuk mengambil posisi sebagai istri terhadap laki-laki yang menjadi
suaminya. Kata yang dipakai
untuk suami dan istri adalah menggunakan bentuk tunggal. Sehingga hanya
boleh ada satu suami untuk satu istri. Implikasi dari desain dari Tuhan
ini adalah bahwa hanya boleh ada satu suami dan satu istri yang dipersatukan
Allah di dalam satu keluarga. Maka poligami adalah penyimpangan karena
dosa. Kedua adalah bahwa hanya perempuan boleh menjadi istri bagi suami
yang adalah laki-laki. Di dalam bahasa asli Alkitab, baik Ibrani dan
Yunani, kata untuk perempuan sama dengan kata untuk istri, demikian juga kata
untuk laki-laki sama dengan kata untuk suami. Dunia
ini sudah menjadi kacau sekali sehingga orang tidak lagi memahami prinsip
ini. Ada
perempuan menikah dengan perempuan, satu menjadi suami yang satu menjadi
istri. Ada
laki-laki menikah dengan laki-laki, yang satu menjadi suami yang lain menjadi
istri. Ini adalah penyimpangan karena dosa.
Dasar Pendidikan Keluarga Kristen
1"Inilah
perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas
perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk
mendudukinya, 2supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu
takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya
yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu. 3Maka
dengarlah, hai orang Israel!
Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu
menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek
moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan
madunya. 4Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah
kita, TUHAN itu esa! 5Kasihilah TUHAN, Allahmu , dengan segenap
hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 6Apa yang kuperintahkan kepadamu
pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7haruslah engkau
mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya
apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan,
apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8Haruslah
juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi
lambang di dahimu, 9dan haruslah engkau menuliskannya pada
tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
Ulangan 6:1-9
Sebelum semua konten pendidikan yang lain dan semua metode pendidikan dan
semua model pembelajaran dilaksanakan dengan penuh kesungguhan di keluarga,
satu hal yang paling penting yang mendasari pendidikan keluarga Kristen adalah
ayat ke-empat dari perikop di atas. Mengasihi Tuhan Allah di atas segala-galanya adalah fondasi utama
pendidikan keluarga Kristen. Kasih kepada Allah menopang semua prinsip
kehidupan yang akan menjadi pegangan dan kekuatan pertumbuhan karakter,
intelek, moral, sosial, dan spiritual dari setiap anggota keluarga.
Seperti kita semua ketahui dan
secara intuisi sadari, hak pertama dan utama untuk mendidik anak adalah
diberikan kepada orang tua. Seiring dengan orang tua terus berada di dalam pendidikan Tuhan, maka anak
berjalan di dalam bimbingan orang tua. Tidak dapat dipungkiri bahwa
metode belajar yang paling dipakai dan siap dipakai oleh semua orang pada semua
level usia adalah metode meniru. Maka konsekuensinya adalah anak pasti
akan meniru hal-hal yang tertangkap olehnya yang secara umum akan didapat dari
orang tuanya. Meniru ini tidak dapat dihalangi oleh apapun. Anak
menangkap sesuatu gerakan misalnya, dan dia akan langsung menirukan. Anak
menangkap satu kata dan dia akan langsung menirukan. Demikian juga dengan
pikiran, perbuatan, sikap, kebiasaan, dan lain sebagainya, pasti akan ditiru
oleh anak. Dengan demikian secara otomatis terjadilah pendidikan.
Tetapi sebelum seorang bisa menjadi “guru” yang baik, maka dia harus menjadi
murid yang baik dulu. Jika “guru” hendak mengajarkan mengenai kasih
kepada Tuhan yang benar, maka “guru” haruslah terlebih dahulu belajar mengasihi
Tuhan yang benar. Maka murid nantinya akan meniru kasih guru kepada
Tuhan. Jika guru adalah orang tua, maka bagaimanakah anak meniru orang
tuanya?
Subscribe to:
Comments (Atom)














